skip to main |
skip to sidebar
Bagi pasangan yang telah menikah, menantikan lahirnya
buah hati merupakan kebahagiaan yang tak terkira.Ketika sudah diketahui
bahwa istri tengah hamil, tentu saja banyak hal yang perlu dipersiapkan
baik untuk ibu maupun bayi. Nah, ketika hamil seringkali kita dapati
orang-orang di sekitar kita yang bertanya, “Berapa usia kehamilannya?
Sudah umur berapa bulan?” Bagaimana jawaban Anda? Apakah Anda
kebingungan? Apakah Anda tidak tahu usia kandungan sendiri. Wah, jangan
sampai. Nyatanya penting sekali bagi istri yang tengah hamil mengetahui
usia kehamilannya. Mengapa?
-
Memberikan asupan gizi yang tepat yang sedang dibutuhkan oleh janin
ilustrasi gizi seimbang ©esngent.be
Tentu saja selama hamil, ada makanan yang harus dikonsumsi
untuk memenuhi gizi bagi janin dan ibunya dan ada pula makanan yang
harus dihindari oleh ibu agar kesehatan bayi terjaga. Makanan apa saja
yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi berbeda sesuai dengan usia
kandungan. Oleh karena itu agar tidak salah makan, penting bagi ibu
untuk mengetahui usia janin yang tengah dikandung.
-
Beraktifitas sesuai yang diperbolehkan
Sama halnya dengan makanan, aktivitas pun juga harus
disesuaikan dengan usia janin. Pada usia kehamilan trisemester pertama,
ada beberapa aktivitas yang harus dihindari karena dapat memungkinkan
terjadinya goncangan yang dapat berbahaya bagi janin. Hal-hal yang harus
dihindari ketika hamil muda, bisa dilakukan ketika sudah masuk pada
trisemester kedua dan ketiga
-
Mengetahui hari perkiraan lahir (HPL)
Tentu saja ketika hamil, yang dinanti-nantikan adalah hari
kelahiran. Nah, dengan mengetahui usia janin Anda, maka har perkiraan
lahir dapat diprediksi.
-
Mempersiapkan kebutuhan bayi
Manfaat lain dari mengetahui usia janin adalah dapat
mempersiapkan kebutuhan bayi dengan tepat. Maksudnya tepat adalah Anda
tahu kapan harus mempersiapkan kebutuhan bayi yang akan lahir ini. Tidak
mempersiapkan kebutuhan bayi terlalu cepat atau mendadak.
Ada sebagian perempuan yang ketika hamil rutin ke dokter untuk
mengetahui usia kehamilan. Namun ada juga yang jarang ke dokter karena
alasan tidak waktu atau tidak ada biaya. Nah bagi Anda, perempuan yang
jarang ke dokter, Anda bisa menghitung sendiri usia kehamilan Anda.
-
Menggunakan kalkulator kehamilan online
Di zaman serba online kini, Anda tidak usah susah-susah lagi
untuk datang ke dokter hanya untuk mengetahui usia kehamilan. Cara
menghitung kehamilan secara online sangat mudah. Anda hanya perlu
mengetik “kalkulator kehamilan” pada browser Anda. Maka akan keluar tautan-tautan yang dapat menghitung usia kehamilan secara online.
Anda hanya perlu memasukkan tanggal, bulan, dan tahu hari
pertama haid terakhir Anda (HPHT) dan juga siklus hai Anda. Tautan
tersebut kemudian akan menghitung dan memberitahukan kepada Anda usia
kehamilan.
-
Hitungan kalender (Rumus Naegele)
Sebelum Anda mulai menghitung usia kehamilan Anda menggunakan
cara ini, Anda harus tahu dulu siklus haid Anda. Hal ini dikarenakan
menghitung menggunakan cara ini biasanya digunakan pada wanita dengan
siklus haid yang teratur seperti setiap 28 hari atau 30 hari. Hal yang
pertama Anda perlu lakukan adalah mengetahui hari pertama haid terakhir
Anda atau biasa disingkat dengan HPHT. Kemudian caranya adalah dengan :
-
Tanggal HPHT ditambah 7 (+7)
-
Bulan HPHT dikurang 3 (-3)
-
Tahun HPHT (+1)
Contoh :
-
HPHT 16 Agustus 2017
-
Tanggal HPHT 16+7 = 23
-
Bulan HPHT 8 -3=5
-
Tahun HPHT 2017+1=2018
-
Maka hari perkiraan lahir adalah 23 Mei 2018
Namun jika bulan HPHT tidak bisa dikurangi, seperti Januari
(1-3=?) Maka cukup dengan bulan HPHT ditambah 9 tanpa tahun ditambah.
-
Tanggal HPHT ditambah 7 (+7)
-
Bulan HPHT ditambah 9 (+9)
-
Tahun HPHT tetap
Contoh :
-
HPHT 20 Januari 2017
-
Tanggal HPHT 20+7=27
-
Bulan HPHT 1+9=10
-
Tahun HPHT 2017
-
Maka hari perkiraan lahir adalah 27 Oktober 2017
Lalu bagaimana dengan usia kandungan. Cukup dengan menambahkan
HPHT Anda. Misal HPHT 16 Agustus 2017 maka bulan pertama kelahiran
adalah 16 September 2017.
-
Sistem Fundus Uteri
Fundus uteri merupakan puncak rahim. Puncak rahim akan meninggi
seiring perkembangan janin. Cara ini merupakan cara menghitung usia
kehamilan secara manual. Caranya adalah dengan meraba puncak rahim yang
terasa menonjol pada bagian perut. Hitung jaraknya dari tulang kemaluan
hingga puncak rahim. Jika jaraknya adalah 17 cm, maka usia kehamilan 17
minggu.
-
Deteksi gerakan janin
Kemudian cara menghitung usia kehamilan secara manual
selanjutnya adalah dengan mendeteksi gerakan janin Anda. Namun perlu
diingat bahwa cara ini tidak 100 persen akurat. Caranya pun sangat mudah
sesuai dengan namanya. Anda hanya perlu merasakan gerakan janin Anda.
Jika Anda merasa bahwa janin sudah mulai bergerak maka diperkirakan usia
kehamilannya adalah 18-20 minggu. Hal ini hanya berlaku bagi wanita
yang baru pertama kali hamil. Bagi wanita yang sebelumnya sudah pernah,
jika sudah bisa merasakan gerakan janin, maka usia kehamilan
diperkirakan 16-18 minggu.
-
Rumus 4 ⅓
Cara menghitung usia kehamilan secara manual berikutnya adalah dengan rumus 4 ⅓ . Caranya pun mudah :
Umur kehamilan {(Tanggal sekarang-HPHT) x (4 ⅓)}
Contoh :
-
Sekarang tanggal 22 September 2017 (22-8-2017)
-
HPHT 15 Juli 2017 (16-6-2017)
Maka
-
(tanggal-tanggal), (bulan-bulan) x 4 ⅓
-
(22-16) (8-6) x 4 ⅓
-
7 hari 2 bulan x 4 ⅓
-
Kemudian yang dikalikan hanya bulannya saja menjadi : 2 x 4 ⅓
-
(2 x 4)+(2 x ⅓)
-
8 + 0.7
-
8.7 minggu
-
Ditambahkan dengan 7 hari dalam minggu berarti 1 minggu
-
Maka usia kehamilan 9.7 minggu atau hampir 10 minggu
Perlu diketahui bahwa rumus ini tidak 100 persen akurat, namun bisa dijadikan patokan sebagai persiapan kelahiran nantinya.
Post a Comment