Ketua tim pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk krisis Rohingya Marzuki Darusman kemarin mengatakan timnya masih menunggu izin dari pemerintah Myanmar untuk menyelidiki langsung kondisi lapangan di Negara Bagian Rakhine. agen poker terpecaya
"Kami belum bisa melanjutkan tugas di lapangan sampai ada kejelasan dari pemerintah Myanmar untuk memberi akses bagi tim pencari fakta," kata Marzuki dalam Sidang Dewan Hak Asasi PBB di Jenewa, Swiss, kemarin, seperti dilansir Jerusalem Post, Selasa (19/9). agen bandar poker
"Kami masih berharap semoga kasus ini bisa terselesaikan."
Dalam pertemuan kemarin Marzuki juga mengatakan laporan awal akan disampaikan dalam waktu sepuluh hari. Sebelumnya dia dan timnya diminta memberikan laporan lengkap pada Maret nanti namun Marzuki meminta kepada Dewan HAM PBB untuk memperpanjang waktu penyelidikan enam bulan lagi hingga September 2018. agen bandar Q
Sebelumnya PBB mengatakan kekerasan di Negara Bagian Rakhine adalah bentuk paling nyata pembersihan etnis dan mendesak militer Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan memberi akses bantuan kemanusiaan bagi warga Rohingya. agen poker
Menurut Marzuki, timnya sudah mulai mengumpulkan hasil wawancara dari para pengungsi Rohingya di Cox Bazar, Bangladesh, tentang kekerasan dilakukan militer Myanmar. domino QQ
Sejak 25 Agustus lalu lebih dari 420 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh menyusul peristiwa penyerangan dilakukan kelompok militan Rohingya terhadap puluhan pos polisi. Peristiwa itu memicu operasi militer yang menyebabkan warga melarikan diri.
Duta besar Myanmar untuk PBB Htin Lynn mengatakan kepada Dewan HAM, pemerintahnya sedang berusaha mengembalikan keamanan dan ketertiban di Rakhine.
"Tindakan pengamanan hanya ditujukan kepada para teroris demi keamanan dan ketertiban negara kami," kata dia.









Post a Comment