Mahasiswi India Ini Nekat Wawancarai 100 Pemerkosa di Penjara


Seorang mahasiswi India yang sedang mengejar gelar PhD nekat mewawancarai 100 narapidana kasus pemerkosaan di dalam penjara. Dia memberanikan diri demi merampungkan tesisnya. agen poker terpecaya

Mahasiswi 22 tahun bernama Madhumita Pandey melakukan wawancara di Penjara Tihar di Kota New Delhi, India. Dia merupakan mahasiswi Anglia Ruskin University, sebuah sekolah di Inggris. agen bandar poker

Penjara tempat 100 pemerkosa yang jadi narasumbernya menampung lebih dari 10.000 narapidana. Penjara itu dianggap yang terbesar di Asia Selatan.

Madhumita terinspirasi demonstrasi besar-besaran tahun 2012 setelah seorang wanita bernama Nirbhaya diperkosa sekelompok geng pria di bus hingga akhirnya meninggal saat dirawat di rumah sakit. Mahasiswi itu ingin memahami sikap para pria yang melakukan pemerkosaan. agen bandar poker

Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post, Madhumita mendiskusikan apa yang telah dia pelajari sejauh ini. Menurutnya, sebagian pemerkosa yang dia wawancarai memberikan jawaban mengejutkan, yakni berupa penyesalan dan berniat untuk menikahi korbannya setelah bebas nanti sebagai penebusan rasa bersalah. agen poker

”Setelah Anda berbicara dengan (para pemerkosa), ini mengejutkan Anda. Pria-pria ini memiliki kekuatan untuk membuat Anda merasa kasihan pada mereka,” kata Madhumita.

“Sebagai wanita yang tidak seperti yang Anda harapkan, saya hampir lupa bahwa orang-orang ini telah dihukum karena memperkosa seorang wanita. Menurut pengalaman saya, banyak pria ini tidak menyadari bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah pemerkosaan. Mereka tidak mengerti apa itu persetujuan,” katanya. domino QQ

Tidak hanya orang-orang tidak mengerti apa itu persetujuan—hubungan seks konsensual—sebagian besar tahanan yang dia ajak bicara sebagian besar tidak berpendidikan. Menurutnya, kebanyakan tahanan belum menyelesaikan tiga tahun sekolah.

Beberapa pemerkosa tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan salah. Menurut Madhumita, kurang dari lima persen dari mereka telah menyatakan penyesalannya. Bahkan saat mereka menyesal, usaha mereka untuk bertobat sering membuat keadaan telah menjadi lebih buruk.

Seorang pemerkosa, yang disebut Madhumita berusia 26 tahun mengaku memperkosa seorang gadis berusia lima tahun karena korban memprovokasi dirinya. Pria tersebut berjanji akan menikahi korbannya setelah dia keluar dari penjara.

Madhumita bertanya kepada pria itu apakah dia merasa tidak enak. ”Ya, saya merasa tidak enak, saya menghancurkan hidupnya. Sekarang dia sudah tidak lagi perawan, tidak ada yang akan menikahinya,” kata pria itu seperti ditirukan Madhumita.


http://suka88.com/app/Default0.aspx?lang=id
Share this article :

Post a Comment