
Gara-gara sebuah pesawat nirawak, Kepolisian Myanmar menangkap dua jurnalis sedang bertugas. Penyebabnya, mereka disebut tidak memiliki izin menerbangkan pesawat tanpa awak itu di gedung parlemen terletak di Ibu Kota Naypyitaw. agen poker terpecaya
Dilansir dari laman Reuters, Sabtu (28/10), dua pewarta ditahan di tempat adalah Lau Hon Meng asal Singapura dan Mok Choy Lin dari Malaysia. Keduanya bekerja untuk stasiun televisi nasional Turki, TRT. Sopir mengantar mereka juga turut dibekuk dan dibawa ke Kantor Polisi 1 Naypyitaw. agen bandar poker
Malam harinya, 25 polisi menggerebek rumah wartawan lokal sekaligus penerjemah bagi dua pewarta di atas, Aung Naing Soe. Aparat menyita komputer dan berbagai dokumen dari tempat tinggal Soe usai dua jam menggeledah. agen bandar Q
Soe banyak dikenal oleh media asing karena kerap menjadi penerjemah. Ketika rumahnya digeledah, sang ibu, Thandar, sudah meminta surat perintah. Namun, kata dia, polisi mengatakan tidak memerlukan dokumen itu karena penggeledahan tidak terkait narkoba. agen poker
Seorang polisi setempat, Shwe Taung, membenarkan penangkapan tetapi dia enggan merinci apa masalah membelit ketiga wartawan itu. "Kami masih menyelidiki dan tidak bisa memberikan pernyataan lain," kata Shwe Taung. domino QQ
Menurut laporan stasiun televisi setempat, MRTV, kedua jurnalis itu tidak punya izin menerbangkan pesawat nirawak di gedung parlemen. Kabarnya Kementerian Luar Negeri Myanmar sudah mengontak Kedutaan Malaysia dan Singapura terkait penangkapan kedua jurnalis.








Post a Comment