Kenikmatan Yang Berbeda Dari Seorang Mama Muda


http://suka88.tk/

Suatu hari aku chatting dgn menggunakan nickname yg menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang mama muda yg berumur 30 tahun sebut saja namanya Fenny . Fenny yg bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dgn paras yg cantik dgn bentuk tubuh yg ideal (itu semua aku ketahui setelah Fenny sering kirim foto Fenny email aku).


Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Fenny sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yg cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.


Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yg pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yg janjikan. dgn perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Fenny yg usianya lebih tua dari aku 2 tahun.


Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dgn Fenny . Wow! Aku berdecak kagum dgn kecantikan Fenny , tubuhnya yg Seksi dgn penampilannya yg anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat dia seorang mama muda dgn 3 orang anak, Fenny adalah sosok cewek favorite aku.


Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yg Seksi membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membaygkan bagaimana jika aku bisa bercinta dgn Fenny . Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yg aku tahu dari temanku).


Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Fenny yg cantik sekali dan aku membaygkan jika aku dapat menikmati bibirnya yg tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.

Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dgn wajah Fenny ..


“Met kenal Andra,” Fenny membuka obrolan.

“hey Fenny ..,” aku jawab dgn gugup.

Aku benar-benar tidak percaya dgn yg aku hadapi, seorang mama muda, ibu rumah tangga yg cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yg bego jika tidak bisa menyaygi wanita secantik Fenny .


                                               >>>NONTON VIDEO NYA DISINI!!!<<<


Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yg sudah meronta ingin unjuk gigi.
“Andra meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Fenny .


Aku tidak menjawab sepatah katapun, dgn lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. dgn lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Vina yg terlihat sanagt bersih dan putih.


“Fenny kamu sangat cantik sayaang..,” aku berbisik.

“Dann.. jangan please..,” desahan Fenny membuat aku terangsang.

Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Fenny yg jenjang.

“Akhh ..”


Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggeraygi payudara Fenny yg aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.


“Ooohh.. Danddyy..”

Vina si mama muda mulai mengikuti rangsangan yg aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yg lebih jauh..

“Fenny , aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.


Fenny hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yg putih nampak dgn jelas dimukaku. Setelah jas Fenny terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Fenny yg tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Vina yg mulai terangsang dgn aktivitas aku. Tanganku yg nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..

Wow.. tersembul puting yg kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Fenny untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Fenny yg berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Vina berdiri dgn kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Fenny si mama muda yg lain nya.


“Ooohh Danndyy.. kamu nakal sekali sayaang..,” rintih Fenny .

Dan saat aku mulai menegang..


“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dgn harapan supaya dia cepat pergi

Setelah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Fenny bangkit dari pinggir. Parfum Fenny yg harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. dgn bekal pengetahuan sex yg aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dgn Fenny .


Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yg digunakan Fenny , dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Fenny . Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Fenny .


“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayaang,” Fenny si mama muda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Fenny menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.


“Aakkhh Dann.. kamu memang pintar sayaang..,” desah Fenny si mama muda .

Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Fenny sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yg mau orgasme dan sesat kemudian..

“Dann.. sayaang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” Fenny menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.


“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”

Fenny merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dgn itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yg menetes sedikitpun dalam mulutku.


Aku biarkan Fenny terlentang menikmati orgasmenya yg pertama, sambil membuka semua pakaian yg aku kenakan, aku memperhatikan Fenny begitu puas dgn foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yg begitu berbinar-binar.


Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yg masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yg berukuran 19 cm dgn bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Fenny dan sontak meringis..


“Aaakhh.. Andra..,” desah Fenny saat penisku melesak kedalam lubang vaginanya.

“Andray.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”

Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yg begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yg tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Fenny ini? Aku berpacu dgn nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Vina yg mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.


“Danddyy.. sudah.. sayaang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Fenny si mama muda . Aku tidak mempedulikan desahan Vina yg semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yg kata Fenny belum pernah merasakan selama berumah tangga.


Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Vina menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri. Tiba-tiba Fenny mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yg kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dgn cepat dan..“Dann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayaang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.


Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Vina si mama muda yg masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.

“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yg nakal, mulai menelusuri dinding vagina Fenny yg mulai basah lagi.


“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Fenny .

“Ohh.. Andra.. enak sekali sayaang..”

1.. 2.. 3.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Vina. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yg sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.


Dan..

“Ohh.. sayaang aku keluar lagi..”

Orgasme yg ketiga diraih oleh Fenny dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Fenny , berkali-kali aku masukkan sampai mentok.


“Aaakhh.. sayaang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Fenny . Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Fenny ..


“sayaang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Vina.

“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Fenny .

“Nggak deh sayaang jangan khawatir..,” rengekku.


“Jangan Andray.. aku nggak mau..,” rintihan Fenny membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yg berikutnya.

“Akhh.. oohh.. Andra.. sayaang keluarin kamu sayaang.. aakkhh..,” Fenny memintaku.

“Kamu jangan tunggu aku keluar Andra.. please,” pinta Fenny .


Disaat aku mulai mencapai klimaks, Fenny si mama muda meminta berganti posisi diatas.

“Danndy aku pengen diatas..”

Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Fenny bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.

“Akhh gila, penis kamu hebat banget Andra asyik.. oohh.. enak..,” Fenny merintih sambil menggoygkan pinggulnya.


“Aduhh enak Andra.. “

Goygan pinggul Fenny membuat gelitikan halus di penisku..

“Fenny .. Fenny .. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Fenny menggoyg pinggulnya.


“Andra.. aku mau keluar sayaang..,” sambil merintih panjang, Fenny menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dgn itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.

“Fenny .. Fenny .. ahh..”


Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.


“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Fenny , tetapi tiba-tiba Fenny berdiri.

“Aakhh Andra nakal..”


Dan Fenny berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yg baru keluar dalam vaginanya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB. Permainan itu berakhir dgn penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta dgnku, dia mengalami multi orgasme yg tidak bisa digambarkan dgn kata-kata.

“Andra, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayaang,” tanya Fenny .


Aku menjawab lirih, “Terserah Fenny deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”

“Makasih sayaang.. kamu telah memberikan apa yg selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Fenny si mama muda .

“Dann.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Fenny si mama muda .


Pertemuan pertama ini kita akhiri dgn perasaan yg tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yg bisa rasakan itu. Aku memang termasuk orang yg selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yg tinggi sehingga tidak sedikit para abg, mahasiswi dan mama muda yg hubungi aku untuk sekedar membantu memberikan kepuasan buat mereka.


Share this article :

Post a Comment