Ini Yang Terjadi Akibat Banyak Hutang
Sylvia adalah seorang wanita muda beranak satu berusia 22 tahun yang memiliki wajah manis, dengan bentuk tubuhnya yang begitu semok, pantatnya yang bohay membulat membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan berdecak kagum. Ditambah lagi dengan buah dadanya yang membusung ukuran 34B dan sangat montok itu, semakin menambah keseksiannya benar benar menggiurkan, setiap mata lelaki.
Seperti pagi itu diangkutan yang cukup padat penumpang Sylvia berdiri berdesakkan diantara para penumpang, Sylvia yang pagi itu memakai pakaian ketat dengan span yang diatas lutut begitu menggoda setiap lelaki yang berdiri didekatnya, untuk merapatkan tubuhnya ketubuh Sylvia yang sangat seksi dan montok itu.
Saat itu ada seorang laki laki yang berdiri tepat dibelakang Sylvia , dengan perlahan mulai merapatkan tubuh depannya kebagian belakang tubuh Sylvia , dengan memanfaatkan goncangan mobil angkutan yang sesekali terguncang itu, laki laki itu mulai menempelkan batang penisnya yang masih tertutup celana ke pantat Sylvia . Laki laki yang disebelahnya pun tidak mau kalah dengan kalakuan temannya, iapun mulai dengan menempelkan telapak tangannya dipermukaan pantat Sylvia yang yang begitu membulat seksi terbalut rok spannya yang begitu ketat menyiplak dipantatnya.
Sylvia yang diperlakukan seperti itu tidak menyadarinya, ia masih asik bergantungan dengan tangan satunya sedang memainkan tombol tombol blackberrynya. Begitulah keseharian yang sering terjadi terhadap Sylvia , ada saja lelaki yang mencuri curi kesempatan dalam kesempitan.
Tidak seperti biasanya hari itu Sylvia begitu pusing dengan keadaan suaminya yang terlibat banyak hutang, akibat kebiasaan suaminya yang sering berhura hura dan hidup royal. Sementara tabungan Sylvia sudah habis dipakai untuk bayar ini dan itu, sesampainya dikantor Sylvia menghadap pimpinannya untuk meminjam uang, untuk melunasi hutang suaminya kepada seorang rentenir.
Sylvia mengetuk pintu ruangan pimpinannya itu, dan terdengar suara dari seorang laki laki yang mempersilahkannya untuk masuk. Pak Adi adalah pimpinan dimana Sylvia adalah salah seorang anak buah di unitnya, dan hari itu Sylvia datang dan mengutarakan maksudnya untuk mendapat pinjaman uang.
Dengan mata nakalnya Pak Adi menyisir tubuh Sylvia dari atas sampai kebawah, Sylvia menjadi risih mendapati hal ini, lalu dengan perlahan iapun mulai mengutarakan maksudnya.
“…maaf Pak maksud dan tujuan saya menghadap, adalah ingin meminta bantuan kepada Bapak untuk meminjamkan saya uang lima juta Pak…” kata Sylvia dengan nada berat.
“…boleh saja Bapak kasih, asal kamu mau menerima persyaratannya…!” kata Pak Adi mulai dengan akal bulusnya.
“…persyaratan apa Pak, saya tidak mengerti…?” sambung Sylvia .
“…asal kamu mau pacaran sama Bapak sehari…saja…pasti Bapak kasih apa yang kamu mau…gimana…?” kata Pak Adi dengan berbisik didepan wajah Sylvia .
Sylvia begitu kaget dengan apa yang baru didengarnya, lalu iapun tertunduk tidak berani menatap mata atasannya itu, dan iapun teringat akan desakkan dan ancaman rentenir yang kemarin datang kerumahnya, lalu dengan pelan iapun berkata lagi.
“…kalau memang Bapak mau begitu saya terima Pak, asalkan saya diberi pinjaman…” dengan berat hati Sylvia menyetujui keinginan atasannya itu.
Pak Adi begitu girang dan tidak menyangka Sylvia akan semudah itu menerima persyaratan darinya. Lalu iapun mengeluarkan sejumlah uang dari lacinya, dan memberikannya kepada Sylvia .
“…ini uangnya lima juta dan kamu harus menuruti apa saja yang saya mau…!” katanya seraya menyerahkan uang ketangan Sylvia .
Sylvia segera memasukan uang itu kedalam tasnya, sementara Pak Adi pergi mengunci pintu ruangannya, dan segera menghampiri Sylvia . Sylvia tidak kuasa menolak ketika tangan Pak Adi memeluk tubuhnya dari belakang, dan mulai menyapu tengkuk dan leher jenjangnya dengan mulut dan lidahnya. Pak Adi yang sudah sekian lama begitu memendam hasrat terhadap Sylvia kemudian tidak menyia nyiakan kesempatan langka tersebut, dengan penuh nafsu iapun mulai menggesek gesekkan batang penisnya dibelahan pantat Sylvia yang terbalut rok ketatnya.
“…oohh Sylvia kamu begitu menggairahkan, tubuhmu begitu seksi sssshhh…aaahh…” racau Pak Adi ditelinga Sylvia .
Lalu mulai tangan Pak Adi meremas remas buah dada montok Sylvia , dan mulai membuka satu persatu kancing blousnya. Tubuh Sylvia sampai terguncang guncang menerima desakkan dan gesekkan liar penis Pak Adi dipantatnya, kini Pak Adi membalikkan tubuh Sylvia kehadapannya.
Dengan memegang kepala Sylvia Pak Adi kemudian melumat bibir tipis Sylvia , kemudian tangannya mulai menurunkan tali kutang dipundak Sylvia . Sylvia sudah setengah telanjang dengan buah dadanya yang montok itu menggantunng membuat Pak Adi yang tidak sabar segera mencaplok dan mengenyoti puting susunya dengan penuh nafsu.
“…ssshhh…” Sylvia mulai mendesis menerima kenyotan mulut Pak Adi .
Pak Adi kemudian menarik Sylvia dan membaringkannya diatas sofa, lalu mulai menjilati paha mulus Sylvia , dan kemudian dengan tergesa segera menarik turun celana dalamnya. Sylvia hanya pasrah ketika Pak Adi mulai membuka celananya, dan kemudian menuntun batang kontolnya kearah vaginanya.
Vagina Sylvia yang sudah basah itu dengan mudah dapat dimasuki kontol Pak Adi , dan dengan tergesa kemudian Pak Adi mulai menggenjot vagina Sylvia . “…aaahh…ooohhh…ssshhh…memekmu legit Rat…!” racaunya.
Sylvia hanya bisa pasrah dan menitikkan airmatanya, menerima hujaman dan genjotan batang kontol atasannya itu. Hingga akhirnya Pak Adi menyemburkan spermanya didalam rahim Sylvia , dan hari itu runtuhlah sudah kesucian dirinya, dia harus menjadi tumbal akibat perbuatan suaminya. Pak Adi sangat puas telah berhasil mencicipi tubuh seksi dan montok Sylvia , yang sudah sekian lama diidamkannya itu.
Sylvia kembali kemeja kerjanya, dan hari itu iapun menjadi kewalahan akibat banyaknya pekerjaan yang menumpuk dimejanya, karena tadi harus melayani atasannya. Hari itupun Sylvia harus pulang sedikit lebih malam dari biasanya, dengan tubuh lemas dan lelah iapun berderet bersama para calon penumpang angkutan umum dihalte bis itu.
Hingga sekitar jam delapan malam Sylvia baru dapat bis, dan tidak diduga pula ditengah perjalanan bis itu mogok, hingga Sylvia harus menyusuri trotoar dan berjalan mencari angkutan alternatif lainnya. Tepat didepan sebuah toko yang sudah mulai tertutup separuh rollingdorrnya, Sylvia dikejutkan dengan seorang laki laki yang kemudian membekap mulutnya, dan menarik tubuhnya masuk kedalam toko itu.
Sylvia tidak bisa menjerit apalagi meminta tolong dengan bekapan dimulutnya, Sylvia terus dipaksa masuk hingga kebagian belakang dalam toko tersebut. Didalam toko yang rupanya masih ada beberapa orang itu, kemudian serentak mengerubuti Sylvia yang mulai panik. Dan Sylvia tidak berdaya mendapatkan serangan dari sekian laki laki yang mulai menjarah sekujur tubuh seksinya, dengan rabaan, dan remasan disana sini.
Malam itu Sylvia semakin kecil kemungkinannya untuk dapat pulang dengan selamat, tujuh orang pelayan toko berikut pemiliknya malam itu menggilir tubuh Sylvia , dan diperkosa hingga Sylvia jatuh pingsan. Seorang demi seorang mulai memasuki tubuh Sylvia , dan memperkosanya secara brutal. Hingga semuanya kebagian menikmati montoknya tubuh Sylvia .
Dengan uang yang tersisa menjelang subuh, Sylvia akhirnya sampai juga dirumahnya, dan suaminya pun tidak bisa berbuat apa apa mendapati istrinya pulang dalam keadaan bersimbah sisa sisa sperma dari para lelaki yang tadi memperkosa istrinya.
Hari itu Sylvia tidak bisa masuk kerja dan sehabis berobat kedokter iapun diharuskan banyak istirahat, seperti yang sudah dijanjikan siang itu pun datang lah rentenir untuk menagih utang suaminya. Setelah perdebatan yang sangat alot rentenir itu tidak bisa menerima bayaran dari suami Sylvia , karena uang yang kemarin dipinjam oleh Sylvia telah raib dirampas para pemerkosanya.
Tagor sang rentenir itu akhirnya memberikan satu syarat kepada Sylvia dan suaminya, ia akan memberi keringanan hutang mereka apabila diberi kesempatan untuk meniduri Sylvia . Taryo suami Sylvia tidak kuasa menolaknya dan kemudian merundingkannya dengan Sylvia , lalu dengan menintikkan air matanya Sylvia pun bersedia ditiduri oleh Bang Tagor rentenir itu.
Tagor lalu meminta Taryo untuk meninggalkan ia dan istrinya, dengan lesu Taryo pun menurutinya dan pergi meninggalkan Sylvia istrinya untuk ditiduri Tagor si rentenir itu. Tagor yang rupanya sudah tertarik terhadap kemolekkan tubuh Sylvia itu, kemudian membawa Sylvia kekamar dan direbahkannya diatas ranjang.
Lalu dengan penuh nafsunya Tagur menerkam tubuh Sylvia dan menggumulinya, dengan lumatan kasar dibibir tipis Sylvia Tagor pun kemudian meremas remas buah dada Sylvia dengan kasar. Dan kemudian dengan kasar merobek daster bagian dada Sylvia , dan membetoto kutangnya hingga putus, kemudian dengan nafsu di caploknya buah dada montok itu.
“…kamu memang cantik mba Sylvia , tubuhmu montok sekali…aaahhh…ssshh…” racau Bang Tagor disela kenyotan mulutnya disusu Sylvia .
Cerita Bokep Kemudian dengan kasar pula ia mulai menarik celana dalam Sylvia hingga sobek dan terputus, lalu dengan nafsu dijilatinya belahan vagina Sylvia . Dengan lidahnya dimainkannya klentit Sylvia , dan dijelajahinya hingga kekedalaman vaginanya yang gelap dan pekat itu.
Dengan membuka kaki Sylvia dan dikangkangkannya kedua paha mulusnya, lalu Tagor dengan kasar mecobloskan batang kontolnya yang besar itu keliang vagina Sylvia yang imut dan sempit itu. Sylvia meringis mendapati hentakan hentakan kasar batang kontol yang dua kali lebih besar dari milik suaminya itu.
“…aaahh…pelan Bang…aaahhh…sakiiiit….Bang…aaahh…!” rintih Sylvia .
Bukan manjadi iba Tagor malah semakin bernafsu menggenjot vagina Sylvia , dan ia terus mengguncang dan menyodokkan kontolnya lebih kasar lagi. Hingga sepuluh menit kemudian denga erangan panjang Tagor memuntahkan lahar panasnya dirahim Sylvia .
“…aaaahhh….ssshhh…ccrot…crot…crot…enak betul memek kau mba…!” katanya dipenghujung smburan spermanya.
Sylvia hanya menangis meratapi semua rentetan kejadian yang harus diterimanya, sedari kemarin hingga hari itu tubuhnya harus menjadi sarana pemuas hajat birahi laki laki. Sungguh kejam nasib yang harus diterimanya, semua ini akibat dari kebiasaan buruk suaminya yang doyan berhutang, hingga mengakibatkan dirinya menjadi tumbal dari hutang suaminya.
Tagor yang kelelahan sehabis menggarap tubuh Sylvia pun berucap sekenanya.
“…kalau nanti suamimu belum juga bisa melunasi hutangnya, aku akan minta tubuh kau lagi…ingat itu…!” katanya sambil berlalu dan pergi.
Sylvia semakin teriris mendengar hal itu, dan dalam hatinya ia semakin menyalahkan suaminya, yang menyebabkan semua kehinaan yang telah menimpanya.
Labels:
Janda Sange Suka Ngenjot









Post a Comment