Tetangga Bahenol Yang Kusetubuhi
Sebut saja namaku Bayu , aku adalah suami dari seorang istri yang menurutku sungguh sangat sempurna. Namun begitu sebagaimana layaknya sebuah pepatah, rumput tetangga sangatlah segar, itu yang berlaku dalam kehidupanku. Walaupun pelayanan yang kuterima dari istriku sungguh tidak kurang suatu apapun, masih juga terlintas dalam anganku fantasi yang menggairahkan setiap kali Tante Rina lewat di depan rumah.
Tante Rina adalah seorang pengusaha Garment yang cukup ternama di kota Bandung. Kalau tidak salah tafsir, usia Tante Rina sekitar 34 tahun, sementara suaminya adalah pemilik sebuah penginapan di Pantai Senggigi Pulau Lombok. Barangkali karena lokasi usaha pasutri ini yang berjauhan, mungkin itulah penyebab mereka sampai sekarang ini belum dikaruniani momongan. Tapi sudahlah, itu bukan urusanku, karena aku hanya berkepentingan dengan pemilik betis kaki yang berbulu halus milik Tante Rina yang selalu melintas dalam setiap fantasi seksku. Kalau menurut penilaianku betis kaki Tante Rina bak biji mentimun, sementara gumpalan buah dada, pantat maupun leher Tante Rina sangatlah sejuk kurasakan seiring dengan air liurku yang tertelan dalam kerongkonganku.
Sore.., sehabis kubersihkan Tiger 2000ku, terlihat Tante Rina keluar dari mobil. Saat itulah sejengkal paha putih di atas lutut tertangkap oleh mataku tidak urung kelakilakianku berdenyut juga. Lamunanku buyar oleh panggilan istriku dari teras samping. Sesuai rencana, aku akan mengantar istriku untuk berbelanja ke pasar untuk membeli oleholeh yang akan dibawa pulang ke Kalimantan (perlu kujelaskan di sini, istriku berasal dari Kalimantan Selatan).
Malam terakhir sebelum keberangkatan istriku beserta putra putriku ke Kalimantan sungguh suatu malam yang menggairahkan buatku. Bagaimana tidak, setelah sekian minggu tidak pernah kulihat istriku minum ramuramuan anti hamil, malam ini dia kulihat sibuk di dapur mengaduk dua buah gelas jamu, satu untuknya satu untukku. Anakanak asyik main video game di ruang keluarga di temani Ryan adikku. Kode rahasia dari kelopak mata istriku mengajakku masuk ke kamar tidur.
Setelah mengunci pintu kamar, aku duduk di kursi sambil mengupas apel, sementara istriku yang mengenakan gaun tembus pandang sedang meletakkan dua buah gelas berisi rahasia kedahsyatan permainan ranjangku di meja di dekatku. Tonjolan payudara yang amat terawat bagus itu menyembul tepat di depan mataku. Pembaca yang budiman, cita rasa hubungan seksku adalah menarinya Sinta istriku mengawali kisah ranjang.
Setelah kuminum jamu, aku mendekati Sinta sambil memandangi dari ujung kaki sampai ujung rambut panjang sebahunya perlahan kutelusuri. 15 menit sudah berlalu, Sinta mulai melepas satu persatu pakaiannya hingga akhirnya tinggal BH dan celana dalamnya yang menutupi point penting persembahan untukku. Kudekap Sinta sambil kucium mata indahnya, desahan napas terasa hangat terhembus di helaian bulu dadaku. Lidahku yang terjulur memasuki mulut Sinta dan perlahan bergerak memutari langitlangit rongga mulut istriku. Balasan yang kurasakan sangatlah hangat menggetarkan bibirku.
Tangan Sinta yang melingkari tubuhku bergerak melucuti bajuku. Sementara jilatan lidahku mampir mendarati leher yang putih bergelombang bak roti bolu itu. Jilatanku pindah ke belakang leher dan daun telinganya. Pelukanku memutar ke belakang diikuti belaian tanganku memutari gumpalan payudara yang semakin mengeras. Tidak urung telapak tanganku semakin gemetaran, kuremas halus payudara Sinta dengan tangan kananku sementara tangan kiriku meraba dan mengusap sekujur pusaran. Sinta mendesahdesah sambil memegang klitor1snya.
Ouch.., uhh. Mas antar aku ke puncak sanggama buat sanguku pisah tiga minggu denganmu..! permohonan Sinta memang selalu begitu setiap bersetubuh.
Janganlah terlalu banyak bicara Sinta ku, lebih baik kita nikmati malam ini dengan desah napasmu, karena desah napas dan erangan kepuasanmu akan membuatku mampu mengantarmu ke puncak berulangulang. Kau tahu kan penyakitku, semakin kau mengerang kenikmatan semakin dahsyat pacuan kuda kont*lku, jawabku.
Aacchh.., huuhh.., hest..! desah napas Sinta keluar sambil kedua tangannya memeluk wajahku dan perlahan menuntunnya menelusuri titiktitik kenikmatan yang kata orang titik kenikmatan perempuan ada beratusratus tempatnya.
Memang sampai saat ini aku tidak pernah menghitung entah ada berapa sebenarnya titik itu, yang jelas menurutku tubuh perempuan itu seperti permen yang semuannya enak dirasa untuk dijilati, buktinya setiap mili tubuh istriku kujilati selalu nikmat dirasakan Sinta ku. Perjalanan lidahku lurus di atas vagina yang kemudian menjilat helaian bulu halus menuju vagina . Harum semerbak aroma vagina wanita asal Kalsel hasil dari Timung (Timung adalah perawatan/pengasapan ramuramuan untuk tubuh wanitawanita asal Suku Kalimantan) membuatku menarik napas dalamdalam.
Kulumanku mendarat di bibir vagina sambil sesekali menarik lembut, membuat Sinta menanggapi dengan erangan halus dan tekanan tangannya menekan kepalaku untuk semakin menelusuri kedalaman jilatan lidah mancari biji kedelai yang tersembunyi. Gigitan halus gigiku menarik lembut klitor1s merah delima. Tanpa kusadari Sinta mengulurkan balon jari kepadaku, jari tengah tanganku yang terbungkus dengan balon karet pelan kumasukkan ke dalam lubang vagina Sinta dan menari di dalam menelusuri dinding lubang senggamanya.
Hsstt.. uuhh.. aduduhh..! desah napas Sinta membuat kedua kakinya gemetaran, Ayo Mas..! Sekarang..! pintanya tidak sabar lagi.
Batang kemaluanku yang sejak tadi mengejang ditariknya menuju ring tinju persetubuhanku. Penisku memang tidak seberapa besar, namun panjangnya yang 18,3 cm ini sejak perjaka dulu kupasangi antinganting, dan hal itu yang membuatku mampu main berulangulang.
Di atas ranjang Sinta membuat posisi silang, posisi yang sangat dia senangi. Tanpa membuat roman tambahan, kumasukkan batang kemaluanku ke lubang vagina yang sudah siap tempur itu.
Uuch.. aacchh.. terus genjot Mas..! desahnya.
Tanpa mencabut penisku dari lubang, Sinta membuat posisi balik, Ii.. ii yaa begitu Mas teeruus..!
Sekali lagi kelenturan hasil fitnest Sinta membantu membalik posisi menungging tanpa kucabut batang kemaluanku yang masih menancap di liangnya.
Dengan gerakan katrol kuhujani celah pantat Sinta dengan kencang.
Akhirnya, Uuu.. uch aa.. ach e.. ee.. enakk..! teriakan kecil Sinta membuatku semakin kencang menusuk vagina dengan semakin dahsyat.
Tunggu aku Cit.. kita samasama.. oya.. oy.. yack.. uuhh..! desahku.
Kupeluk dari belakang tubuh yang terbalut dengan peluh, terasa nikmat sekali. Akhirnya malam ini Sinta kewalahan setelah mengalami orgasme sampai lima kali hingga aku telat bangun pagi untuk jogging sambil melihat tubuh indah Tante Rina lari pagi di Minggu yang cerah ini.
Hari ini masuk hitungan ke tiga hari aku ditinggalkan oleh istriku pulang mudik, fantasi Tante Rina selalu hadir dalam kesepianku. Hingga tanpa kusadari pembantu Tante Rina mengetuk pintu depan rumahku.
Pak Bayu saya ke mari disuruh Ndoro Putri minta bantuan Pak Bayu untuk memperbaiki komputer Ndoro Putri, kata pembantu Tante Rina .
Ya.. inilah namanya kuthuk marani sundhuk (datang seperti apa yang diinginkan).
O ya, sebentar nanti saya susul. kusuruh Bik Ijah pulang duluan.
Kulo nuwun.. kekethuk pintu depan rumah Tante Rina tanpa kudengar jawaban, hanya klethak.. klethok suara langkah kaki menuju pintu yang ternyata Tante Rina sendiri yang datang.
Silahkan masuk Dik Bayu , Tante mau minta tolong komputer Tante kena Virus. Silahkan langsung saja ke ruang kerja Tante.
Tanpa berkatakata lagi aku masuk menuju ruang kerja Tante Rina yang menurutku seperti kamar Hotel 7 (Obat Sakit Kepalaku yang sedang puyeng ngelihat lenggaklenggok jalan Tante Rina di depanku).
Sejujurnya kukatakan aku sudah tidak karuan membayangkan halhal yang menggairahkan. Sambil aku menunggu Scan Virus berjalan, kutelusuri pelosok ruangan kerja Tante Rina (sengaja kuhilangkan label Tante di depan nama Rina untuk menghibur dan membuat fantasi di benakku tentang kharisma seksualitas pemilik ruangan ini). Khayalanku buyar dengan kedatangan si pemilik ruang kerja ini. Pendek kata, sambil kerja aku di temani ngobrol oleh Tante Rina kesana kesini sampai akhirnya Tante Rina menyinggung rasa kesepiannya tanpa kehadiran anak di rumah yang megah ini.
Dik Bayu nggak tahu betapa hampa hidup ini walau terguyur dan tertimbun harta begini tanpa kebersamaan suami dan hadirnya anak. Selain Om Yandi itu nggak bisa ngasih keturunan yang dapat memberikan kehangatan keluarga. Keadaan ini membuatku butuh teman untuk menghapus kekeringanku. cerita Tante Rina membuat kelakianku langsung bangun.
Perkawinanku diambang kehancuran karena kerasnya mertuaku menuntut kehadiran cucucucu untuk mewarisi peninggalan Papanya Om Jhon. Sebenarnya jujur kukatakan Om Yandi nggak mau pisah denganku, apapun yang terjadi. Malah pernah diluar kewajarannya sebagai seorang Suami dan kepala Rumah Tangga, Om Yandi pernah memintaku untuk membuat Bayi tabung. cerita Tante Rina tidak seratus persen kuperhatikan, karena aku lebih tertarik melihat betis biji timun Tante Ami dan pahanya tersingkap karena terangkat saat duduk di sofa.
Ternyata tanpa kusadari sebenarnya Tante Rina memancing hasratku secara tidak langsung. Walau sedikit ragu aku semakin mengarahkan pembicaraan ke arah seks. Tanpa sadar aku pindah duduk di dekat Tante Rina , dan tanpa permisi kupegang dan kuremas tangannya. Ternyata perlakuanku itu tidak mendapatkan penolakan sama sekali. Hingga akhirnya dalam posisi berdiri kudorong Tante Rina ke tembok dan kucium bibir merekah delima itu.
Dengan hasrat yang menggebugebu aku agak kasar dalam permainan, sehingga terbawa emosi menyerang sekujur tubuh Tante Rina yang tentunya takut ketahuan pembantu. Permainanku berhenti sejenak karena Tante Rina bergegas menutup pintu. Dan mungkin karena Tante Rina telah sekian lama kering tidak pernah disemprot air mani suaminya, dia terkesan terburuburu. Dengan cepat dia melepas pakaiannya satu persatu hingga menyisakan BH dan celana dalamnya.
Kini aku tahu betapa indahnya rumput tetangga dan betapa dahsyatnya gairahku. Kudorong Tante Rina rebah di atas meja kerja dengan tangan kananku meremas payudaranya yang kenyal karena belum pernah melahirkan. Terasa nikmat sekali payudaranya kuremasremas, sementara tangan kiriku melepaskan celana dalam biru lautnya. Aduh itu bulubulu halusnya membuatku merinding. Tidak kuingat aku siapa Rina itu siapa.., Nilam dan Ziddan (anakku) yang sedang jauh di sana, semuanya kulupakan karena aku sudah terselimuti nafsu setan duniawi. Aku semakin menggila melumat dan menjilat, meraba serta meremas pantat Tante Rina yang sekal plus mulus terawat ini.
Tante Rina menggelinjang kenikmatan merasakan pelayananku. vagina Tante Rina ternyata masih teramat kuat mencengkeram penisku yang membuatnya terbelalak kagum plus ngeri melihat antinganting yang kupasang di bawah ujung kepala kemaluanku. Tante Rina tidak sabar menanti nikmatnya ditusuk pistol kejantananku. Lagilagi Tante Rina kelewat terburuburu menyerangku yang akhirnya aku merasa sedang diperkosanya. Antinganting yang maha dahsyat tergantung setia selalu bertahuntahun kupakai terasa sakit oleh hisapan dan kuluman serta gigitan giginya.
Lidah Tante Rina berputar memutari batang kemaluanku. Aku menggelinjang tidak karuan. Pikir punya pikir inilah hasil dari pikiran kotorku selama ini, ya sudah, kunikmati saja walau sakit. Mendadak Tante Rina ganas menyerangku, didorongnya aku ke sofa, dengan posisi duduk bersandar aku menerima tindihan tubuh indah Tante Rina yang posisinya membelakangiku. Kemudian dipegangnya pistol gombyokku dan diarahkan ke vagina . Lalu dengan ngosngosan Tante Rina naik turun menekanku, ini berlangsung kurang lebih 15 menit.
Kini posisi Tante Rina menghadapku. Lagilagi dipegang penisku dan dimasukkan ke liang vagina . Nah.., ini baru membuatku merasa enak karena aku dapat dengan leluasa mengulum putingnya dan mengusapusap bulu halus betis biji timunnya. Goyang sana goyang sini, sekarang dengan kekuatanku kuangkat tubuh Tante Rina dengan posisi berdiri. Kunaikturunkan dan kurebahkan di sofa tubuhnya. Kutaruh kaki indah ini di bahuku, kuhujani Tante Rina dengan gesekangesekan tajam. Dalam hal ini dia mulai merasa tidak tahan sama sekali, kakinya yang melingkar di bahuku semakin kencang menjepitku. Dia mengerang kenikmatan mencapai klimaks orgasme.
Aku merasa heran, aku merasa belum mau keluar. Sudah berbagai posisi kulakukan, belum juga keluar. Tante Rina semakin merintih kewalahan, aku tidak mau melepaskan hujananhujananku. Antinganting saktiku membantu membuatku dapat main sampai empat kali Tante Rina mengalami orgasmenya.
Hingga pada suatu ketika aku merasa mendekati pelabuhan, kubiarkan batang kemaluanku tertanam dan tertimbun bulubulu kemaluannya yang tidak seharum punya Sinta , istriku. Tanpa sadar aku terikat kenikmatan sedang main dengan istri orang. Lalu laharku muntah di dalam vagina bersamaan dengan orgasme Tante Rina untuk yang kelima kalinya. Aku lemas dengan masih membiarkan penisku yang terbenam dan tertimbun bulu vagina nya. Aku terkulai merasa hangat di atas tubuh Tante Rina yang basah oleh keringat.
Lamalama aku sadar, aku bangun tapi kok Tante Rina tidak bergerak. Ach.., mungkin dia tertidur kenikmatan. Kutepis anganku dari pikiran yang tidaktidak. Aduh mak, Tante Rina ternyata pingsan. Tapi melihat seonggok tubuh montok berbulu halus, gairahku tumbuh lagi. Perlahan kujilat dari ujung kaki sampai pangkal paha dengan membalik posisi pistolku menindih wajahnya. Kukulum vagina Tante Rina sampai tibatiba aku kelelahan dan tertidur.
Akhir cerita, perbuatanku ini berlangsung terus tanpa setahu suami Tante Rina dan Istriku. Sampai suatu hari kutahu Tante Rina sedang hamil tua yang tidak lain karena mengandung benihku, tapi herannya hubungan Tante Rina dengan suaminya tambah mesra. Kutahu juga belakangan hari mertua maupun orangtua Tante Rina sering hadir di rumah yang letaknya di depan rumahku.
Labels:
ABG Sange Suka Nyepong









Post a Comment