
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan melarang ujicoba pesawat N219 pada November 2015 mendatang. Sebab, hingga saat ini pesawat yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tersebut belum melewati uji kelaikan atau uji sertifikasi. agen poker terpecaya
"Sampai saat ini Kementerian belum menerima pengajuan uji kelaikan dari PTDI. Kalau November ini akan dilakukan uji terbang, pasti akan saya larang. Ini menyangkut keselamatan orang, harus ada uji kelaikan dulu," ujar Jonan saat berkunjung ke Terminal Tirtonadi, Solo, Sabtu (31/10). agen bandar poker
Jonan mengatakan, pengujian kelaikan pesawat memerlukan waktu yang cukup lama. Ada beberapa bagian yang pengujiannya harus dipisahkan. "Kalau 2 minggu lagi akan uji terbang jelas tidak bisa. Sertifikasi ridak cukup waktunya kalau hanya 2 minggu. Apalagi syaratnya harus ada sertifikasi internasional," jelasnya. agen bandar Q
"Bikin pesawat tidak seperti bikin getuk, sebentar jadi," kelakarnya.
Jonan menegaskan tak akan memberi kemudahan sertifikasi kepada perusahaan manapun kalau untuk kelayakan. "Sepeda moror saja ada uji typenya. Saya akan lapor ke presiden soal PTDI ini. Harus ada sertifikasi, tidak bisa tidak," tegasnya. agen poker
Sebelumnya Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat PT Dirgantara Indonesia, Irland Budiman, mengatakan pesawat N219 yang tengah digarap bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan segera diperkenalkan kepada publik pada November 2015. domino QQ
Menurut dia, proses perancangan pesawat saat ini sudah mencapai 90 persen. Pesawat N219 merupakan pesawat yang dirancang untuk transportasi sipil maupun militer. Pesawat ini mampu menampung 19 penumpang dan akan diuji terbangkan dalam waktu dekat.








Post a Comment