
Ratusan buruh dari berbagai perusahaan di Mojokerto, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan DPRD Mojokerto. Mereka menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2018 sebesar Rp 3,9 juta, atau naik sebesar Rp 650 ribu perbulan. agen poker terpecaya
Pantauan merdeka.com, ratusan buruh tiba di depan Kantor Bupati Mojokerto, Jalan A Yani Kota Mojokerto sekitar pukul 10.00 WIB, dengan mengendarai ratusan sepeda motor. Mereka membawa seperangkat sound sistem di atas mobil pickup untuk berorasi. agen bandar poker
Dalam aksinya, buruh juga membawa poster dengan barbagai tulisan, di antaranya 'Naikan UMK 2018 Sebesar Rp 3,9 juta'. Menuntut Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa, menetapkan Upah Minimum Sektoral (UMSK). agen bandar Q
Eka Herawati, koordinator aksi buruh mengatakan, tahun 2018 kenaikan UMK sebesar Rp 650 ribu perbulan. Kenaikan ini sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi di Jawa Timur.
"Tahun 2017 ini kenaikan UMK teman-teman hanya Rp 32 ribu saja. Terkait UMK 2018, Pemkab memakai PP 78 tapi FSPMI mengacu hasil survei, KHL, kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Rp 3,9 juta merupakan hasil survei KHL sebesar Rp 3,6 juta berdasarkan data di lapangan," kata Eka Herawati, Kamis (2/11). agen poker
Eka mengatakan, selain menuntut kenaikan UMK 2018 sebesar Rp 3,9 juta, buruh juga menuntut Bupati Mustofa Kamal Pasa menetapkan UMSK. Sebab tahun 2017 ini UMKS tidak ditetapkan oleh Bupati Mojokerto.
"Kita meminta di Kabupaten Mojokerto tahun 2018 ini ada UMKS sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sebab tahun 2017 ini, tidak ada penetapan UMSK," jelas Eka.
Perwakilan buruh kemudian diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mojokerto Tri Mulyanto, Asisten Sekdakab Agus M Anas, serta Komisi D DPRD Kabupaten Mojokerto, untuk berdialog. Dalam dialog itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Komisi D, akan meindaklanjuti tuntutan para buruh dan menyelesaikan semua persoalan yang terkait dengan buruh. domino QQ
Usai dialog dengan perwakilan Pemkab Mojokerto dan DPRD, buruh mengakhiri aksinya. Namun para buruh mengancam, jika tuntutanya tidak direalisasikan oleh Pemkab Mojokerto, akan melakukan aksi demo yang lebih besar lagi.








Post a Comment